Tripod1G >>Kunci yang digunakan
Budi Raharjo keamanan

It keamanan 0catch rental sewa projector proyektor lcd infocus jakarta proudly present

Tripod1G> masukan (karakter atau data) secara terus menerus dan menghasilkan data
pada saat yang bersamaan.
Kunci yang digunakan dan panjangnya kunci. Kekuatan dari penyandian
bergantung kepada kunci yang digunakan. Beberapa algoritma enkripsi
memiliki kelemahan pada kunci yang digunakan. Untuk itu, kunci yang
lemah tersebut tidak boleh digunakan. Selain itu, panjangnya kunci, yang
biasanya dalam ukuran bit, juga menentukan kekuatan dari enkripsi. Kunci
yang lebih panjang biasanya lebih aman dari kunci yang pendek. Jadi
enkripsi dengan menggunakan kunci 128-bit lebih sukar dipecahkan dengan
algoritma enkripsi yang sama tetapi dengan kunci 56-bit. Semakin panjang
sebuah kunci, semakin besar keyspace yang harus dijalani untuk mencari
kunci dengan cara brute force attack atau coba-coba karena keyspace yang
harus dilihat merupakan pangkat dari bilangan 2. Jadi kunci 128-bit
memiliki keyspace 2 128 , sedangkan kunci 56-bit memiliki keyspace 2 56 .
Artinya semakin lama kunci baru bisa ketahuan.
Plaintext. Plaintext adalah pesan atau informasi yang akan dikirimkan
dalam format yang mudah dibaca atau dalam bentuk aslinya.
Ciphertext. Ciphertext adalah informasi yang sudah dienkripsi.
Kembali ke masalah algoritma, keamanan sebuah algoritma yang
digunakan dalam enkripsi atau dekripsi bergantung kepada beberapa aspek.
Salah satu aspek yang cukup penting adalah sifat algoritma yang digunakan.
Apabila kekuatan dari sebuah algoritma sangat tergantung kepada
pengetahuan (tahu atau tidaknya) orang terhadap algoritma yang digunakan,
maka algoritma tersebut disebut “restricted algorithm”. Apabila algoritma
tersebut bocor atau ketahuan oleh orang banyak, maka pesan-pesan dapat
terbaca. Tentunya hal ini masih bergantung kepada adanya kriptografer
yang baik. Jika tidak ada yang tahu, maka sistem tersebut dapat dianggap
aman (meskipun semu).
Meskipun kurang aman, metoda pengamanan dengan restricted algorithm
ini cukup banyak digunakan karena mudah implementasinya dan tidak perlu
diuji secara mendalam. Contoh penggunaan metoda ini adalah enkripsi
yang menggantikan huruf yang digunakan untuk mengirim pesan dengan
huruf lain. Ini disebut dengan “substitution cipher”.

Next >>
Back to Budi Raharjo Index